Review 5 Dokter Kulit di Jakarta untuk Jerawat

Punya adult acne? Aku sendiri punya masalah jerawat yang persistent mulai tahun 2014, saat udah kerja dan umur udah mau 24 tahun. Karena adult acne ini pun aku mulai keliling ke beberapa dokter kulit di Jakarta, dan butuh waktu sampai akhirnya ketemu yang cocok.

  1. NMW Skincare Ciputat (2014)

NMW Skincare adalah tempat “dokter kulit” pertama yang pernah aku datangi. Awal tahu soal tempat ini dari hasil googling dan juga baca-baca di forum dokter kulit di Female Daily, dan memutuskan ke sana karena foto before-after cewek-cewek yang sukses ngilangin jerawat di sana cukup menggiurkan. Kebetulan juga cabang Ciputat ini deket banget dari rumah; aku memang maunya ke dokter kulit yang dekat rumah atau kantor.

review-dokter-kulit-jakarta-selatan-tangerang-obat-dokter-NMW

Aku ingat sih, salah satu motivasi lain ke sana adalah setelah baca review seorang cewek yang udah perawatan jerawat di NMW cukup lama, sampai akhirnya lepas produk dan nggak ada keluhan breakout nagih ketergantungan produk dokternya. Jadi dari awal aku memang udah aware dengan stigma “ketergantungan skincare dokter kulit”.

Long story short, dalam hitungan minggu, kulit aku udah “cling” banget di sana. Produk yang dipake simple, cuma sunscreen pagi, krim malam, sama obat totol jerawat cair mirip sulfur. Dikasih facial wash juga, tapi aku nggak pakai karena waktu itu sambil nyoba water washing only alias cuci muka cuma pakai air. At that time aku nggak pakai complexion makeup sama sekali. 

Oh ya, di NMW ini juga aku pertama kali seumur hidup nyobain facial. Dokternya encourage banget untuk facial sebulan sekali, malah kalo bisa dua minggu sekali, katanya agar nggak mubazir pakai krim tapi muka banyak sumbatannya. Kalau dibandingkan sekarang aku medical extraction setiap beberapa bulan, facial di NMW bonyok banget sih. Tapi aku inget cukup suka karena emang kerasa bersih, aku selalu dilihatin tumpukan komedo yang berhasil dikeluarin setelah habis sesi, dan itu bikin puas banget.

Lalu setelah tiga bulan, aku mulai nggak nyaman dan pingin stop karena beberapa alasan. Pertama, setelah baca review seseorang yang udah melanglang buana ke berbagai dokter kulit, yang bilang dia sempat tanya sendiri ke dokternya apakah krim malam NMW pakai steroid, dan jawaban dokternya iya. Kedua, aku baca web NMW, dan jelas-jelas ditulis di profil bahwa dokter aku bukan SpKK dan cuma berbekal pelatihan. Yang di-highlight bahkan pengalamannya jadi dokter di pedalaman. Ketiga, aku mulai terganggu dengan fakta bahwa konsul dokter kulit di NMW itu gratis, yang bayar hanya produk dan tindakan. Sekali ke sana biasa hanya habis sekitar Rp200 ribu. Entah kenapa kok nggak masuk kepala aku dari awal ke sana, bahwa nggak ada yang namanya expertise itu sepantasnya gratis kecuali itu charity. Right?

Motivasi lain untuk stop adalah setalah sempat suntik jerawat di sana dan hasilnya kulit “bolong”, ada atrophy yang nggak hilang berbulan-bulan. I know ini cukup common terjadi saat suntik steroid, tapi sampai saat ini beberapa kali disuntik jerawat di tempat lain, yang bikin kulit “bolong” ya cuma di NMW ini. Jadi menurutku dokternya memang nggak cakap.

Berbekal parno kena steroid tiga bulan, dan alasan-alasan lain yang udah aku sebut, aku stop ke NMW. Sempat tergoda balik lagi, tapi urung dan aku putus blas. Hasilnya, muka breakout parah, dan menurutku kena produk di NMW ini adalah awal muka aku jadi sensitif sampai sekarang.

  1. Dr. Dewi Martini, SpKK di RS Prima Husada Cinere (2015)

Hampir setahun bebas dokter kulit, kondisi wajah nggak jelas banget. Selalu ada jerawat, kadang parah kadang moderate, tapi yang jelas muka aku sensitif banget. EVERYTHING would break me out, jadinya nggak punya skincare routine stabil.

Aku pun tergoda nyari dokter kulit lagi, tapi kali ini, obviously, mau dokter kulit “beneran” dan ke rumah sakit ajalah. Berbekal review dan foto before-after positif juga, akhirnya aku memutuskan ke Dr. Dewi Martini SpKK. di RS Prima Husada Cinere.

Di sini jelas biayanya lebih mahal; pertama kali ke sana habis hampir sejuta, which is cukup wajar. Aku agak lupa dapet apa aja, kalau nggak salah sabun cuci muka, dua jenis krim untuk pagi dan satu untuk malam. Aku inget paling enjoy pakai facial washnya.

Sama seperti di NMW, dengan dr. Dewi Martini aku merasa nggak ada penjelasan atau diagnosa yang insightful. Aku inget pernah nanya, intinya kulit aku ini masalahnya apa, dan cuma dibilang ya produksi minyak aja yang bikin jerawat. Now looking back, with all due respect, I feel like…Duh? Tell me something I don’t know?

Ke dr. Dewi Martini ini juga aku hanya beberapa bulan, dan nggak terlalu puas dengan hasilnya. Jerawat berkurang sih, tapi so-so. Akhirnya aku berhenti, karena selain merasa perawatannya nggak terlalu ngaruh, I started noticing some facial hair…

  1. Dr. Dewi Hasanah, SpKK di Essenskin Dermatovenereology Cipete (2016-Sekarang)

Beberapa bulan eksperimen dan mencoba pakai produk bebas, aku pingin ke dokter kulit lagi. Mirip seperti saat ke dr. Dewi Martini, at this point jerawat aku sebenarnya nggak terlalu parah, nggak terlalu banyak, tapi persistent dan udah banyak bekas jerawat PIH yang bandel juga. Berbekal review positif, lagi dan lagi, aku ke dr. Dewi hasanah di Essenskin Dermatovenereology Cipete.

review-dokter-kulit-jakarta-essenskin-jerawat

Dari pertemuan pertama aja aku udah suka banget. Di ruangan dokter aku habis hampir 40 menit, beneran ngobrol dan diskusi sama dr. Dewi soal “perjalanan” kulit aku. Karena aku udah lebih insightful + berani + inget pengalaman-pengalaman sebelumnya di dokter kulit lain, aku juga lebih vokal. 

“Aku mau dikasih tretinoin ya? Alternatif lain ada nggak? Aku nggak mau steroid ya, Dok.”

Di dr. Dewi Hasanah ini  aku tahu bahwa jerawat aku itu lebih karena kulit sensitif, dan kebanyakan adalah macro cloggings, bukan jerawat. Dan di dr. Dewi Hasanah ini juga terungkap bahwa waktu aku ke dr. Dewi Martini, di racikan krim malam aku ada steroid yang cukup potent. Bahkan ada dua jenis steroid di dalamnya. 

That freaking facial hair. 

Long story short, setelah empat bulan, kulit aku bisa dibilang bersih. Yang pertama noticed bahkan teman kantor, saat lihat aku bare faced dan bilang bahwa nggak cuma jerawat dan bekas jerawat aku aja yang hilang, tapi tekstur kulit aku juga lebih halus.

Saat itu aku masih ngantor di FD, dan bisa dibilang teman-teman di sana saksi mata transformasi kulit aku. Langsung banyak yang ke Essenskin juga hahaha…Tapi ya tetap cocok-cocokkan ya. Ada juga temanku yang ke sana setelah tergiur lihat hasilku, tapi stop setelah beberapa bulan karena merasa nggak cocok.

Sekarang aku masih pakai beberapa produk dari Essenskin, dan masih konsultasi juga walau udah nggak rutin bulanan. Hampir dua tahun terakhir, paling aku konsul tiga bulan sekali. Beberapa konsul terakhir bahkan bukan untuk jerawat, tapi untuk bekas luka kecelakaan GOJEK sampai dermatitis aku.

  1. Others

Selain tiga dokter kulit di atas, aku juga sempat iseng ke ERHA Skin Ciputat dan Bamed Skin Care Dharmawangsa di masa-masa galau sekitar tahun 2015 dan 2016. Kenapa aku nggak bisa review dua dokter kulit ini seperti yang lain? Jujur setelah satu kali konsultasi dan nyoba produknya dalam hitungan hari, aku nggak lanjut karena terasa “keras” dan nggak nyaman di kulit. 

As some of you might already know, sekarang aku udah lebih banyak pakai produk bebas. Pengalaman sukses maupun gagal ke dokter kulit jadi pelajaran pentingnya banyak baca review, dan vokal saat konsultasi. Kalau di konsultasi awal dokter nggak mau terbuka sama produk yang diresepkan, atau nggak bisa menjelaskan dengan enak soal kondisi kulit kamu, mungkin lebih baik keluar dan bayar jasa konsultasinya aja, nggak usah tebus obat. Tentu maksudku ini untuk kasus-kasus ke dokter kulit karena alasan kecantikan ya, bukan penyakit kulit serius. 

Hoped this helps.

Love,

Annetta. 

6 thoughts on “Review 5 Dokter Kulit di Jakarta untuk Jerawat

  1. Hi ka anneta 😊 aku juga sama kaya kamu udh berbagai macem ganti ganti skin care kesana sini makin parah separah parahnya muka sampe malu ketemu temen2 aku. Dan akhirnya ada tenant aku yg order obat essenskin itu sampe aku tergiur dan pengen coba. Akhirnya aku liat reviewnya essenskin sangat wah bgt ya, daaaaannnn aku konsul kesanalah dgn dr.jimmy sampai sekarang alhamdulillah bgt temen2 aku pada bilang better dr yg sebelum2nya. Karna aku sempet liat di youtube channel kamu pake essenskin juga, dan jujur aku ngerasa bangga bgt konsul di essenskin itu dokternya nnt akan ksh tau produk lokal yg baik utk kulit aku. Wuhuuuuuuu ~~~~

    Like

  2. Assalamualaikum ka.. salam kenal ya. Ka aku mau tanya kalau di essenskin range biaya konsul dn obat2nya mahal ga ya? Apakah sama kaya kaka konsul ke dokter dewi martini yg di rs.. terimakasih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s