Review Glossier: Cloud Paint, Lip Gloss, Skincare (Indonesia)

review-glossier-indonesia-cloud-paint-gloss-serum-4.jpg

Review Glossier ini untuk IG followers yang masih kepo, padahal aku sendiri udah agak lupa sempat punya niat untuk review Glossier. Karena pengalaman nyobain produknya juga meh. and you’ll read why.

Saat Glossier ngeluarin produk beauty pertama kali (The Super serums), udah banyak teman-teman yang kepo pingin coba, tapi aku sih nggak tertarik. Ngikutin beberapa beauty releases pertama brand yang berawal dari media ini, bagi aku kesannya lebih menjual konsep “kekinian”, girl next door persona. Who wouldn’t want to be “a cool girl” that looks flawless with just tinted moisturizer and lip balm?

Selain itu, harga beberapa produknya kurang masuk akal.

Setelah beberapa momen yang bikin brand Glossier agak kurang kredibel (sketchy ingredients Glossier Solution, klaim vegan Glossier Lash Slick padahal masih mengandung beeswax), lama-lama banyak jenis makeup baru Glossier yang sering aku pakai sehari-hari dan cukup bikin tertarik. Tetap ragu dan nggak mau rugi, aku pun beli beberapa makeup Glossier saat sale Black Friday 2019. Harga produknya bisa lebih murah sekitar 50 ribu. Lumayan kan?

Berikut review makeup dan skincare Glossier yang udah aku coba:

review-glossier-indonesia-cloud-paint-gloss-serum-1

Glossier Lip Gloss (Red) ☹

Asli, ini kayak lip gloss drugstore jadul dari 15 tahun lalu. Thick, gooey, sticky. Shade “Red” ini harus akui secara warna memang bagus: put it over any colors and it will be slightly deeper and more vibrant. Tapi dengan kualitasnya, packaging-nya yang B aja, dan harganya yang di e-commerce lokal bisa lebih dari 300 ribu, ini bener-bener nggak worth it.

review-glossier-indonesia-gloss-red
Glossier “Red” lip gloss over lipsticks, on model and me.

It’s a joke. Satu-satunya cara ini sedikit lebih enak dipakai adalah di atas satin/creamy lipstick

Glossier The Super Serums ☹

Lupa banget yang mana, tapi aku sudah coba dua dari tiga jenis serum Glossier. Semuanya share in jar dikasih online shop sampai teman. Sebagai pemilik kulit sensitif, aku menghargai semuanya fragrance free, tapi selain itu nggak ada hasil yang berarti. Salah satu yang aku coba bahkan bikin beruntusan.

Glossier Cloud Paint ☹

I love cream blushes, but I don’t know why I always hesitated to try this. Kayaknya udah  keburu agak sensi nggak beralasan sama brand-nya, dan salah satu teman yang beli warna Puff dan Dusk mengeluh produknya nggak kelihatan di kulitnya yang seputih tepung terigu.

Umm, WUT?!

Then later they released deeper shades. Suatu hari aku dikasih sample warna Dawn dan Dusk oleh sebuah online shop langganan. Coba warna Dusk, bagus; warna cokelat netral. Tapi memang nggak pigmented

review-glossier-cloud-paint-idawn-ndonesia
Glossier Cloud Paint “Dawn”

Nah, masalah muncul pas aku coba warna Dawn; warna oranye kemerahan yang super pigmented. It’s definitely for the deepest of deep skin. Aku pakai pagi, set bedak sedikit, lalu pergi meeting naik MRT sampai malam. Begitu ngaca, pipi aku patchy nggak karuan.

Kebayang nggak, pipi patchy warna JINGGA MEMBARA tuh gimana?

Lalu mulai berpikir, mungkin pas pakai shade Dusk sebenarnya juga patchy setelah beberapa jam, tapi nggak terlalu kelihatan karena warnanya netral dan sheer banget.

Bhay, Cloud Paint. Thank god it was a sample card.

review-glossier-indonesia-cloud-paint-gloss-serum-2.jpg

Glossier Boy Brow (Black) 😊😊😊

Ay this one is really worth the hype! Aku selalu beli produk alis warna abu-abu atau hitam, karena nggak mau alis “merah”. Dan 95% produk alis yang aku pake ya memang brow mascara. Glossier Boy Brow ini beneran menahan bentuk dan arah alis pas sudah disisir, warna hitamnya nggak lebay, teksturnya nggak clumpy dan produk di dalam tube nggak cepat kering.

review-glossier-boy-brow-black-indonesia
Glossier Boy Brow “Black”.

Saat aku nulis blog ini, aku udah pake Boy Brow sekitar empat bulan dan produknya masih “basah” kayak baru. Aku juga suka pakai brow mascara Rollover Reaction, yang sayangnya cepat kering.

Kualitas Glossier Boy Brow ini menurutku mirip brow mascara NYX, hanya dengan sikat yang lebih kecil jadinya lebih OK.

Will definitely repurchase.

Glossier Balm Dot Com (Berry) ☹

Baca berbagai review Glossier Balm Dot Com di Reddit, aku bisa menyimpulkan bahwa kualitas setiap jenisnya nggak konsisten. Ada yang lama-lama separating, ada yang wanginya lebay, ada yang cepat hilang, ada yang lebih melembapkan dari yang lain dan sebagainya.

Sounds scary already for a $12 LIP BALM, right?

Aku pilih warna “Berry” karena memang suka pakai tinted lip balm, dan keluar uang 200 ribu untuk lip balm biasa nggak worth it untuk aku (Lucas Papaw aja, udah).

Gimana hasilnya?

Tekstur “Berry” ini thick banget tapi nggak berminyak. Entah salah tekstur produknya atau kemasannya, pokoknya susah keluar saat tube-nya dipencet. Warnanya sendiri nggak segar, terlalu ungu netral tanpa ada bias kemerahan. I don’t want purple lips.

Efek melembapkan Glossier Balm Dot Com “Berry” ini biasa aja. Cukup, lah.

review-glossier-indonesia-cloud-paint-gloss-serum-3

PENTING!

Terlalu banyak reviewer Glossier di YouTube yang juga reseller produknya. Aku nggak bilang mereka bohong, tapi mereka nggak membahas poin-poin minus produk-produk Glossier yang mereka review. Atau mungkin buat mereka produknya memang bagus? That would be shocking.

Banyak resellers ini yang menginfokan di awal video, kalau mereka memang reseller tapi review mereka “jujur kok!” Menurutku, banyak orang yang melihat disclaimer ini aja sudah terbuai (oleh kejujuran sang YouTuber), dan setelah lihat hasil/warna produk yang dibahas, langsung mereka klik affiliate link sang reseller untuk beli.

Awalnya cukup percaya dengan review dan foto-foto di forum Glossier Reddit. Setelah mencoba sendiri produknya, dan berpikir ulang, aku menyimpulkan bahwa ada review-review di forum itu yang cukup kritis, tapi banyak yang sudah kadung cinta dengan persona Glossier dan jadi kolektor. Bisa foto #shelfie koleksi Glossier mereka itu tampak lebih penting. And Glossier is so hip, so Millennial, so everything! Emily is awesome!

Cukup heran dengan yang tampak benar-benar cinta dengan KUALITAS produknya. Each to their own, but I am left wondering if they ever tried other glosses or lip balms.

Sampai saat ini, aku nggak ada niat untuk menambah koleksi makeup dan skincare Glossier selain Boy Brow. Tertarik nyobain Glossier Lash Slick, but we’ll see.

Thoughts?! What’s your favorite Glossier product (if any LOL) and why?

Love,

Annetta.

2 thoughts on “Review Glossier: Cloud Paint, Lip Gloss, Skincare (Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s